Tulisan Bacaan Doa Sujud Tilawah Lengkap Latin dan Artinya

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Berjumpa lagi dengan kami di sini teman-teman. Di kesempatan yang berbahagia ini kami mendoakan semoga teman-teman semua selalu dalam keadaan sehat dan tidak kurang suatu apa pun. Tentu inilah yang kita harapkan. Pada hari yang sedikit agak gerimis ini, kami mengajak teman-teman semua untuk belajar menambah ilmu. Bukankah di dalam hidup ini kita semua perlu yang namanya ilmu yang bermanfaat. Hidup dengan ilmu maka akan beroleh bahagia di dunia dan akhirat kelak. Bukankah kebahagiaan itulah yang menjadi cita-cita kita semua?

Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam telah mewasiatkan kepada umatnya tentang dua hal penting yang tidak boleh ditinggalkan. Dua hal itu ialah Al-Quran dan hadits. Tentang Al-Quran ini kita mesti mengenal lebih jauh lagi. Tidaklah patut bila seorang muslim tidak tahu akan Al-Quran. Di dalam Al-Quran terdiri dari tiga puluh juz. Kita mungkin sudah sering mendengar seseorang yang sudah membaca Al-Quran sampai tiga puluh juz. Dengan begitu maka orang tersebut telah selesai mengkhatamkan membaca seluruh Al-Quran dari awal hingga akhir. Di samping itu, di dalam Al-Quran terdapat seratus empat belas surat. Surat Al-Fatihah merupakan surat yang pertama kali. Maka tak heran bila pertama kali kita membuka mushaf Al-Quran maka langsung bertemu dengan surat tersebut. Selanjutnya yang kedua adalah surat Al-Baqarah yang panjang itu.

Di dalam surat-surat Al-Quran itu terdiri dari beberapa ayat. Misalnya saja Surat Al-Baqarah itu terdiri dari dua ratus delapan puluh enam ayat. Dari seluruh ayat-ayat di dalam Al-Quran itu terdapat beberapa ayat yang disebut sebagai ayat sajdah. Sebagian menyebutnya ayat sajadah. Di dalam Al-Quran terdapat lima belas ayat Al-Quran yang termasuk ayat-ayat sajdah. Untuk lebih jelasnya kita bisa simak rinciannya berikut:

  1. Al-Quran Surat Al-‘Araf ayat 206.
  2. Al-Quran Surat Ar-Ra’d Ayat 15.
  3. Al-Quran Surat An-Nahl Ayat 50.
  4. Al-Quran Surat Al-Isra’ Ayat 109.
  5. Al-Quran Surat Maryam Ayat 58.
  6. Al-Quran Surat Al-Hajj Ayat 18.
  7. Al-Quran Surat Al-Hajj Ayat 77.
  8. Al-Quran Surat Al-Furqan Ayat 60.
  9. Al-Quran Surat An-Naml Ayat 26.
  10. Al-Quran Surat As-Sajdah ayat 15.
  11. Al-Quran Surat Shad Ayat 24.
  12. Al-Quran Surat Fussilat Ayat 38.
  13. Al-Quran Surat An-Najm Ayat 62.
  14. Al-Quran Surat Al-Insyiqaq Ayat 21.
  15. Al-Quran Surat Al-‘Alaq Ayat 19.

Sesuatu yang menjadi perhatian kita terhadap ke lima belas ayat-ayat sajdah adalah adanya perintah untuk melakukan sujud tilawah bila membaca ayat-ayat tersebut. Termasuk ketika kita mendengarnya pun dianjurkan pula untuk melakukan sujud tilawah. Disebut sujud maka kita menjadi ingat kala kita tadi pagi melakukan shalat subuh secara berjamaah di masjid. Saat shalat itu kita melakukan gerakan-gerakan yang salah satunya ialah sujud. Maka bentuk sujud tilawah ini gerakannya sama dengan posisi ketika kita sujud di kala mengerjakan ibadah shalat. Hukum melakukan sujud tilawah ini adalah sunah. Ibadah yang termasuk sunah maka berarti itu sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Akan sangat merugi bila mana meninggalkan hal itu.

Bagaimana kalau kita sedang melaksanakan shalat? Di dalam shalat maghrib berjamaah misalnya. Bila sang imam membaca Surat atau ayat-ayat yang termasuk ayat sajdah maka kita sebagai makmum pun hendaknya mengikuti imam. Bila mana sang imam melakukan sujud tilawah maka kita yang menjadi makmum pun harus pula melakukan sujud tilawah sebagaimana sang imam. Bagi sebagian orang awam yang belum tahu mungkin ini sedikit membingungkan. Orang bisa saja menganggap sang imam melakukan kesalahan gerakan dalam shalat yang dilakukan. Bagaimana tidak? Setelah takbir bukannya ruku’ namun langsung sujud. Ini akan mengganggu kekhusyuan shalat bagi sebagian makmum yang belum tahu ilmunya. Maka disarankan untuk para imam sebelum shalat berjamaah didirikan agar memberikan penjelasan secukupnya tentang masalah tersebut. Hal ini akan lebih bijaksana dan tidak akan memunculkan masalah bagi sebagian makmum. Di saat kita melakukan sujud tersebut maka perlu untuk membaca doa sujud tilawah. Jadi tidak hanya diam saja tanpa melakukan bacaan apa pun. Untuk itu marilah kita simak tulisan lafazh doanya yang lengkap berikut ini.

Yang pertama :

doa sujud tilawah
doa sujud tilawah

Latinnya :
SUBHAANA RABBIYAL A’LA.
Artinya :
Maha Suci Tuhanku, Yang Maha Tinggi.

Yang kedua :

doa sujud tilawah

Latinnya :
SAJADA WAJHIYA LILLADZII KHALAQAHU WA SYAQQA SAM’AHU WA BASHARAHU BI HAULIHI WA QUWWATIH.
Artinya :
Bersujud wajahku kepada Dzat yang menciptakannya, yang membuka pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya.

Yang ketiga :

doa sujud tilawah

Latinnya :
SAJADA WAJHIYA LILLADZII KHALAQAHU WA SYAQQA SAM’AHU WA BASHARAHU BI HAULIHI WA QUWWATIH. FA TABAARAKALLAAHU AHSANUL KHAALIQIIN.
Artinya :
Bersujud wajahku kepada Tuhan yang menciptakannya, yang membelah pendengaran dan penglihatannya dengan Daya dan Kekuatan-Nya, Maha suci Allah sebaik-baik Pencipta.

atau yang keempat :

doa sujud tilawah

Latinnya :
ALLAHUMMA LAKA SAJADTU WA BIKA AAMANTU WA LAKA ASLAMTU ANTA RABBII SAJADA WAJHIYA LILLADZII SAYAQQA SAM’AHU WA BASHARAHU TABAARAKALLAAHU AHSANUL KHAALIQIIN.
Artinya :
Ya Allah, aku bersujud kepada-Mu, beriman kepada-Mu, dan berserah diri kepada-Mu. Engkaulah Tuhanku. Wajahku bersujud pada Dzat Yang membuka pendengaran dan penglihatannya. Maha suci Allah, sebaik-baik Pencipta.

Ada beberapa macam doanya. Kita bisa memakai salah satunya. Di dalam doa di atas kita memuji akan kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala. Hanya Allah yang tempat seorang hamba bersujud dan memohon ampunan dari segala dosa. Sampai di sini kami berharap teman-teman bisa mengambil manfaat dari artikel ini. Selanjutnya bisa mengamalkannya dengan baik kala membaca Al-Quran yang bertemu dengan ayat-ayat sajdah. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Facebook Comments

Leave a Reply

Comments are closed.