Doa Untuk Orang Tua Lengkap Latin dan Artinya

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Setiap manusia yang dilahirkan di dunia ini pasti memiliki orang tua. Kedua sosok manusia yang berjasa besar bagi seorang anak ialah ibu dan bapak. Tiap orang mungkin menyebut keduanya dengan sapaan akrab masing-masing. Ada yang menyebut ayahnya dengan panggilan ayah, bapak, papi, abi, babe, abah, bape, amang. Tiap daerah memiliki kekhasan masing-masing. Demikian juga ibu. Ada yang memanggil ibunya dengan panggilan ibu, ummi, simbok, mama, mami, enyak, emak, bunda, bundo, bonda, naina, ibuk, umak, amak, inaq, nande. Meski pun ada perbedaan dalam memanggil, tetapi pada intinya sama. Saya yakin para pembaca tulisan ini pun amat beragam dalam memanggil kedua orang tuanya.

Tidak begitu masalah bila terdapat perbedaan dalam memanggil ayah maupun ibu. Yang terpenting panggilan itu tidak salah. Dalam arti kedua orang tua memahami dan mengerti. Bahkan, bila ada seseorang anak yang memanggil orang tuanya langsung ke namanya. Maka itu jelas memperlihat ketidak sopanan. Misalnya saja si Anto punya ayah yang namanya Rudi. Maka kalau Anto memanggil ayahnya tidak langsung ke namanya. Akan tetapi, cara Anto memanggilnya dengan panggilan atau sebutan ayah, bapak, abi, atau yang lainnya. Saya yakin di seantero negeri juga sama dalam hal ini.

Setiap kita mesti mengakui akan jasa besar dari kedua orang tua. Dari dalam kandungan ibu hingga sekarang ini kalau kita renungkan tentunya sangat besar sekali. Hingga kalau kita mau menghitungnya maka rasanya tak terhingga hasilnya. Seorang ibu yang hamil mengalami kondisi tubuh yang tidak senyaman orang yang tak hamil. Dalam kondisi duduk atau tidur saja ia merasa tak enak. Apalagi bila duduk atau pun berjalan. Agak berat rasanya. Akan tetapi karena begitu besar kasih sayangnya kepada anak yang ada di rahimnya, maka apa pun beratnya tetap ringan dirasakan. Ikhlas hatinya menjalani kondisi tersebut. Tak pernah mengeluhkan hal itu kepada orang lain. Selanjutnya, ketika tiba saat proses persalinan. Seorang ibu dalam melahirkan anaknya itu penuh dengan pengorbanan. Rasa sakit tidaklah begitu dihiraukannya. Ia bersemangat untuk tetap melahirkan anaknya dalam kondisi sehat tak kurang suatu apa pun.

Seorang ayah juga tak kalah besar pengorbanannya. Ia rela berpanas panasan di siang hari guna mencari nafkah untuk keluarga. Hujan deras pun tidak menyurutkan langkahnya dalam berusaha mendapatkan rezeki. Jarak yang jauh tempat kerjanya juga tetap ditempuh dengan bersemangat. Kala sudah mendapat uang ia tak lupa mensisihkannya untuk keperluan istri dan anaknya. Tatkala anak masih bayi maka kedua orang tua begadang semalam. Terkadang bayi matanya terjaga bila malam hari. Atau kadang sering bangun di malam hari. Tentu saja ayah dan ibunya harus juga ikut bangun. Tidak tega bila sang buah hati harus bangun sendiri. Orang tua pun harus mengganti popok setiap saat.

Memasuki usia balita, anak-anak dididik selalu. Ia mulai dibelikan beberapa mainan. Ditemani dengan kasih sayang. Anak pun dilatih untuk berjalan. Berlatih berbicara dengan benar. Selanjutnya, anak pun diajari untuk mengenal Allah Subhanahu wa ta’ala. Pendidikan semenjak usia dini sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Demikian pula asupan makanan. Kedua orang tua sangat memperhatikan makanan untuk buah hatinya. Makanan yang bergizi dipilihkan untuk diberikan kepada sang anak. Baik dari buah buahan, telur, ikan, daging, susu, dan sebagainya. Meski kadang orang tua mengalami keuangan yang menipis tetap saja diusahakan untuk tetap terpenuhi kebutuhan gizi sang anak. ASI (air susu ibu) tetap diutamakan dan diberikan meski kadang sang ibu ada yang memiliki kesibukan lain. Misalnya sang anak sakit maka orang tua langsung memeriksakannya ke dokter.

Hingga pada usia sekolah sampai kuliah maka segala keperluan pun dicukupi oleh orang tua. Dari kebutuhan seragam, biaya sekolah, uang saku, dan lainnya. Tidak terkira besarnya jumlah biaya yang yang dikeluarkan untuk anaknya itu. Tetapi, orang tua ikhlas dan tidak pernah mengungkit hal itu di kemudian hari. Sungguh besar pengorbanan dari kedua orang tua. Kewajiban sebagai seorang anak mestinya selalu berbakti kepada keduanya. Banyak cara untuk bakti kepada kedua orang tua. Contohnya : taat atas nasihat mereka, tidak membantahnya, dan membantu pekerjaannya.

Yang jangan lupa kita mesti sering-sering membaca doa untuk orang tua dengan khusyuk. Dengan kita membaca doa ini maka kita termasuk anak yang berbakti kepada keduanya. Siapa pun pasti ingin menjadi anak yang shaleh yang ditunjukkan dengan baktinya kepada orang tua yang telah banyak berjasa. Mengenai lafazh doanya yaitu

doa kepada orang tua

Latinnya :
RABBIGHFIRLII WALI WAALIDAYYA WARHAM HUMMA KAMAA RABBAYAANII SHAGHIIRAA.
Artinya:
” Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (Ibu dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil “.

atau yang kedua :

doa untuk kedua orang tua

Latinnya :
ALLAAHUMMAGHFIRLII WALI WAALIDAYYA WARHAM HUMMA KAMAA RABBAYAANII SHAGHIIRAA.
Artinya:
” Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (Ibu dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil “.

atau yang ketiga :

doa kepada orang tua

Latinnya :
RABBIRHAM HUMAA KAMAA RABBA YAANII SHAGIIRAA.
Artinya:
” Wahai, Tuhanku! Sayangillah keduanya sebagaimana mereka berdua telah menyayangiku pada waktu aku kecil.”

atau yang keempat :

doa untuk orang tua

Latinnya :
RABBANAGHFIRLII WALI WAALIDAYYA WALIL MU’MINIINA YAUMA YAQUUMUL HISAAB.
Artinya:
” Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mu’min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat) “.

Doa tersebut sangatlah pendek. Amat mudah untuk dihafalkan. Setelah salat wajib kita janganlah lupa untuk membaca doa untuk orang tua di atas. Di samping itu, masih banyak waktu lainnya yang bisa kita gunakan untuk membaca doa tersebut. Sampai di sini dulu, semoga artikel ini memberikan manfaat untuk seluruhnya. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Facebook Comments

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.