tajwid – Belajar Sepanjang Hidup

Analisa Hukum Bacaan Surat Al-Qasas Ayat 85

Hampir tiap hari kita membaca buku. Tidak lupa kita membaca kitab suci Al-Quran yang mulia. Sebab dengan membacanya kita menjadi orang yang amat beruntung. Baik itu untuk sekarang ini di dunia. Maupun untuk nanti ketika di akhirat kelak. Sebelum baca ayat Quran maka kita mesti pelajari hukum bacaannya.

Salah satu yang kita lakukan yakni kita baca analisa hukum bacaan Surat Al-Qasas ayat 85. Ini memang hal yang tidak sulit untuk dilakukan. Asalkan kita memang berniat betul. Meluangkan waktu dan tenaga untuk melakukan hal tersebut. Meskipun juga gak banyak pula waktu yang kita butuhkan.

Teman-teman pembaca yang budiman. Mari kita terjung langsung menguraikan hukum tajwid atau bacaanya berikut ini.

Selanjutnya, mari kita membaca penjelasan analisanya berikut:
Nomor 1 menunjukkan hukum ghunnah disebabkan nun berharakat tasydid. Cara membacanya dengan dengung dan ditahan.
Nomor 2 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf dzal berharakat kasrah bertemu huruf ya sukun. Cara membacanya dipanjangkan 2 harakat.
Nomor 3 menunjukkan hukum mad lin karena huruf ya sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
Nomor 4 menunjukkan hukum mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya dipanjangkan 2 harakat.
Nomor 5 menunjukkan hukum mad wajib muttashil disebabkan mad thabii bertemu hamzah dalam satu kata. Cara membacanya panjang 4 atau 5 harakat.
Nomor 6 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf lam berharakat fathah tegak. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 7 menunjukkan hukum ikhfa karena huruf dal berharakat kasrah tanwin bertemu huruf qaf. Cara membacanya samar mirip dengan suara “NG”. Ditahan juga selama 3 harakat.
Nomor 8 menunjukkan hukum mad jaiz munfasil dikarenakan mad thabii bertemu hamzah di lain kata. Cara membacanya dipanjangkan 2,4,5 harakat.
Nomor 9 menunjukkan hukum mad wajib muttashil disebabkan mad thabii bertemu hamzah dalam satu kata. Cara membacanya panjang 4 atau 5 harakat.
Nomor 10 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf dal berharakat fathah tegak. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 11 menunjukkan hukum idzhar dan cara membacanya secara jelas. Huruf nun sukun bertemu huruf ha.
Nomor 12 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf fa berharakat kasrah dan disertai dengan huruf ya sukun. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 13 menunjukkan hukum idgham bighunnah disebabkan huruf lam berharakat kasrah tanwin bertemu dengan huruf mim bertasydid. Cara membacanya dengan masuk ke huruf wau dan berdengung.
Nomor 14 menunjukkan hukum mad arid lissukun dikarenakan mad thabii bertemu huruf yang diwaqaf dan cara membacanya panjang 2 hingga 6 harakat.

Begitulah hasil analisanya. Sudi kiranya teman-teman meluangkan waktu mendalaminya. Termasuk yang terpenting ialah mempraktekkannya. Atau mengamalkannya.

Kumpulan Hukum Tajwid Surat An-Nisa Ayat 59

Tidak salah bila kita belajar kumpulan hukum tajwid Surat An-Nisa ayat 59. Pagi di hari libur ini memang amat tepat kita gunakan untuk belajar. Waktu yang luang ini sangat berharga lho. Bayangkan selama sepekan terakhir saat kita di tempat kerja. Sudah sibuk dengan ragam kegiatan kantor yang tidak pernah berhenti. Pekerjaan selalu datang silih berganti.

Setelah kita punya waktu dan isi dengan hal yang positif. Nanti kita tinggal memetik hasilnya. Akan banyak manfaat yang menyenangkan di hati. Kita bisa baca ayat Al-Quran secara tartil itu lebih dari kita mendapatkan rezeki berupa uang. Karena balasan dari amalan kebaikan itu berupa kebaikan yang banyak pula.

Mari teman-teman kita belajar langsung mengenai hukum tajwidnya. Tidak lupa untuk menyiapkan bolpen dan buku tulis untuk sekedar corat coret misalnya diperlukan. Selamat belajar ya.

Jangan lupa pula untuk membaca penjelasannya berikut:
Nomor 1 menunjukkan hukum mad jaiz munfasil dikarenakan mad thabii bertemu hamzah di lain kata. Cara membacanya dipanjangkan 2,4,5 harakat.
Nomor 2 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf dzal berharakat kasrah bertemu huruf ya sukun. Cara membacanya dipanjangkan 2 harakat.
Nomor 3 menunjukkan hukum mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya dipanjangkan 2 harakat.
Nomor 4 menunjukkan hukum mad jaiz munfasil dikarenakan mad thabii bertemu hamzah di lain kata. Cara membacanya dipanjangkan 2,4,5 harakat.
Nomor 5 menunjukkan hukum tahkim karena sebelum lafadz Allah adalah huruf hijaiyah ‘ain berharakat dhamah.
Nomor 6 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf sin berharakat dhamah dan disertai dengan huruf wau sukun. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 7 menunjukkan hukum idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ra. Cara membacanya dengan jelas.
Nomor 8 menunjukkan hukum ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf kaf. Cara membacanya samar mirip dengan suara “NG”. Ditahan juga selama 3 harakat.
Nomor 9 menunjukkan hukum ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf ta. Cara membacanya samar.
Nomor 10 menunjukkan hukum idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf fa. Cara membacanya dengan jelas.
Nomor 11 menunjukkan hukum mad lin karena huruf ya sukun didahului oleh huruf syin berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
Nomor 12 menunjukkan hukum ikhfa karena huruf hamzah berharakat kasrah tanwin bertemu huruf fa. Cara membacanya samar.
Nomor 13 menunjukkan hukum tahkim karena sebelum lafadz Allah adalah huruf hijaiyah lam berharakat fathah.
Nomor 14 menunjukkan hukum ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf kaf. Cara membacanya samar mirip dengan suara “NG”. Ditahan juga selama 3 harakat.
Nomor 15 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf nun berharakat dhamah dan disertai dengan huruf wau sukun. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 16 menunjukkan hukum mad lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf ya berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
Nomor 17 menunjukkan hukum mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya dipanjangkan 2 harakat.
Nomor 18 menunjukkan hukum mad lin karena huruf ya sukun didahului oleh huruf kha berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
Nomor 19 menunjukkan hukum idgham bighunnah disebabkan huruf ra berharakat dhamah tanwin bertemu dengan huruf wau tasydid. Cara membacanya dengan masuk ke huruf wau dan berdengung.
Nomor 20 menunjukkan hukum mad ‘iwadh karena lam alif berharakat fathah tanwin dan diwaqaf. Cara membacanya tanwin dihilangkan dan panjangnya 2 harakat.

Demikianlah hasil analisis tajwidnya. Jika terdapat kurang lebihnya kami memohon maaf. Harapan kami, segala yang kami tulis ini bisa memberi manfaat buat seluruh pembaca yang berbahagia di mana saja.

Inilah Kumpulan Hukum Tajwid Surat At-Taubah Ayat 105

Belajar lagi dan terus belajar. Ini merupakan budaya yang sudah semestinya kita lakukan. Tidak terbatas pada usia maupun waktu tertentu. Seluruh aktivitas kehidupan kita mesti dilakukan tanpa meninggalkan belajar. Sebab belajar akan meningkatkan ilmu dan kapasitas kita.

Tidak terkecuali dengan belajar terkait hukum agama Islam. Memang banyak sekali ilmu mengenai agama Islam ini. Satu yang begitu penting adalah mengenal hukum tajwid. Ini berkait erat dengan bagaimana cara membaca Al-Quran yang benar. Supaya bacaan Al-Quran kita benar dan tartil (istilah bacaan yang tepat dan baik).

Membahas analisis hukum tajwid Surat At-Taubah ayat 105 salah satu yang jadi prioritas. Sebagian waktu di hari ini alangkah baiknya kita gunakan membaca Al-Quran. Namun, sebelumnya kita mesti mengetahui analisis tajwidnya terlebih dahulu. Supaya apa? Agar kita bisa tartil dalam bacaanya.

Oke, teman-teman kami ajak langsung melihat analisisnya ya. Silakan menyimaknya dengan perlahan supaya bisa lebih paham.

tajwid surat at-taubah ayat 105

Jangan lupa pula untuk membaca penjelasannya berikut:
Nomor 1 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf lam berharakat dhamah dan disertai dengan huruf wau sukun. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 2 menunjukkan hukum tahkim karena sebelum lafadz Allah adalah huruf hijaiyah ra berharakat fathah. Cara bacanya dengan tebal.
Nomor 3 menunjukkan hukum idzhar syawafi dan cara membacanya secara jelas. Ini karena furuf mim sukun bertemu huruf wau.
Nomor 4 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf sin berharakat dhamah dan disertai dengan huruf wau sukun. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 5 menunjukkan hukum mad shilah qasirah sebab huruf ha (kata ganti) bertemu dengan huruf selain hamzah yaitu huruf wau. Dibaca panjang 2 harakat.
Nomor 6 menunjukkan hukum alif lam qamariyah sebab huruf alif lam bertemu huruf mim. Dibaca secara jelas.
Nomor 7 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf nun berharakat dhamah dan disertai dengan huruf wau sukun. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 8 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf lam berharakat fathah berdiri. Sesudahnya tidak bertemu huruf hamzah dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 9 menunjukkan hukum mad lin sebab huruf ya sukun didahului huruf hijaiyah berharakat fathah. Dalam hal ini didahului huruf ghain. Cara bacanya panjang 2 harakat.
Nomor 10 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf ha berharakat fathah. Sesudahnya tidak bertemu huruf hamzah dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 11 menunjukkan hukum ikhfa syafawi karena huruf mim sukun bertemu huruf ba. Dibaca secara samar serta berdengung dan ditahan.
Nomor 12 menunjukkan hukum ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf ta. Cara membacanya samar dan ditahan selama 3 harakat.
Nomor 13 menunjukkan hukum mad arid lissukun dikarenakan mad thabii bertemu huruf yang diwaqaf dan cara membacanya panjang 2 hingga 6 harakat.

Itulah hasil analisis tajwidnya. Ada kurang lebihnya kami memohon maaf. Mudah-mudahan, apa yang kami tulis ini memberikan banyak manfaat untuk seluruhnya saja.

Kumpulan Hukum Tajwid Surat Al-Hujurat Ayat 13

Ada saja kegiatan yang kita kerjakan hari ini. Dari membersihkan rumah yang selama sepekan kita sudah gak sempat. Karena sibuknya aktivitas pekerjaan dan urusan lainnya. Wajarlah karena kami seorang karyawan. Mesti harus berangkat pagi dan pulang sore. Terkadang malah petang baru sampe di rumah.

Rutinitas yang dilakukan setiap hari. Demi sebuah pekerjaan hal itu dilakukan guna mendapatkan pendapatan sehingga bisa menafkahi seluruh anggota keluarga. Kegiatan selain bersih-bersih rumah tentu ada juga yang lainnya. Yang tidak pernah untuk ditinggalkan adalah mengaji. Seperti pada kali sore hari ini akan mengkaji ayat-ayat Al-Quran.

Terkhusus mengenai analisa hukum tajwid Surat Al-Hujurat ayat 13. Kami memilih ayat ini karena dalam menganalisis tajwid mesti harus se ayat terlebih dahulu. Fokus pada sebuah ayat agar benar-benar menguasai tajwidnya. Sampai akhirnya bisa membacanya secara tartil. Ini tujuan akhir dari pembelajaran tersebut.

Teman-teman pembaca blog rahma yang berbahagia. Saya ajak langsung untuk menyimak ulasan tajwid dari ayat 13 Surat Al-Hujurat.

Silakan pula membaca penjelasannya berikut:
Nomor 1 menunjukkan hukum mad jaiz munfasil dikarenakan mad thabii bertemu hamzah di lain kata. Cara membacanya dipanjangkan 2,4,5 harakat.
Nomor 2 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf nun berharakat fathah dan disertai dengan huruf alif. Cara membacanya panjang 2 harakat. Di sini juga dibaca ghunnah karena nun berharakat tasydid.
Nomor 3 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf nun berharakat fathah dan disertai dengan huruf alif. Cara membacanya panjang 2 harakat. Hukumnya juga ghunnah karena ada tasydidnya.
Nomor 4 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf nun berharakat fathah tegak. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 5 menunjukkan hukum idgham mimi karena ada mim sukun bertemu huruf mim berharakat kasrah. Cara bacanya dengan dengung dan ditahan 3 harakat.
Nomor 6 menunjukkan hukum idgham bighunnah disebabkan huruf ra berharakat kasrah tanwin bertemu dengan huruf wau tasydid. Cara membacanya dengan masuk ke huruf wau dan berdengung.
Nomor 7 menunjukkan hukum ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf tsa. Cara membacanya samar.
Nomor 8 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf nun berharakat fathah tegak. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 9 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf ‘ain berharakat dhamah dan disertai dengan huruf wau sukun. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 10 menunjukkan hukum idgham bighunnah disebabkan huruf ba berharakat fathah tanwin bertemu dengan huruf wau tasydid. Cara membacanya dengan masuk ke huruf wau dan berdengung.
Nomor 11 menunjukkan hukum mad wajib muttashil disebabkan mad thabii bertemu hamzah dalam satu kata. Cara membacanya panjang 4 atau 5 harakat.
Nomor 12 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf fa berharakat dhamah dan disertai dengan huruf wau sukun. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 13 menunjukkan hukum ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf dal. Cara membacanya samar.
Nomor 14 menunjukkan hukum tahkim karena sebelum lafadz Allah adalah huruf hijaiyah dal berharakat fathah.
Nomor 15 menunjukkan hukum tahkim karena sebelum lafadz Allah adalah huruf hijaiyah nun berharakat fathah.
Nomor 16 menunjukkan hukum idzhar dan cara membacanya secara jelas. Huruf mim berharakat dhamah tanwin bertemu kha.
Nomor 17 menunjukkan hukum mad arid lissukun dikarenakan mad thabii bertemu huruf yang diwaqaf dan cara membacanya panjang 2 hingga 6 harakat.

Demikian teman-teman penjelasannya. Mudah-mudahan memberikan banyak manfaat ya.

Menyimak Hukum Tajwid Surat Ali-Imran ayat 190 dan 191

Siap untuk belajar menjadi lebih baik. Itu sebuah pernyataan yang mulia bagi kita semua. Tiap orang ingin lebih baik dalam hidupnya. Apa pun bidang kehidupan itu. Entah itu sebuah kondisi keuangan, kesehatan, nama baik, dan lain sebagainnya. Ilmu agama pun ingin bertambah baik. Tidak terkecuali pada kemampuan menganalisis hukum tajwid sebuah ayat Al-Quran.

Tidak terkecuali juga pada kemampuan hukum tajwid Surat Ali-Imran ayat 190-191. Mengenai ilmu tajwid ini berkait langsung kepada bagaimana cara membaca ayat Al-Quran secara tartil atau tepat. Siapa saja seorang muslim yang ingin membaca ayat-ayat suci Al-Quran maka mestilah memahami ilmu tajwid.

Teman-teman yang berbahagia. Pada siang menjelang sore hari ini kami mau berbagi sedikit terkait hukum tajwid. Khususnya pada ayat 190 dan 191 ini. Mari kita langsung menyimaknya.

Keterangan lengkapnya:
Nomor 1 menunjukkan mad asli atau mad thabi’i karena huruf fa berharakat kasrah bertemu ya sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Sedangkan tentang cara membacanya dipanjangkan selama 2 harakat.
Nomor 2 menunjukkan mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah tegak. Mengenai tata cara membacanya dipanjangkan selama 2 harakat.
Nomor 3 menunjukkan mad lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Panjang 2 harakat dalam membacanya.
Nomor 4 menunjukkan alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah nun. Dibaca idgham (masuk ke huruf nun).
Nomor 5 menunjukkan mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya dipanjangkan selama 2 harakat.
Nomor 6 menunjukkan qalqalah kubra karena huruf qalqalah qaf diwaqaf. Mengenai membacanya dipantulkan lebih tebal.
Nomor 7 menunjukkan mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat kasrah bertemu ya sukun dan setelahnya tidak bertemu huruf bersukun, waqaf, dan tasydid. Juga tidak bertemu huruf hamzah. Lalu untuk cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 8 menunjukkan tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah berharakat fathah. Cara membacanya secara tebal.
Nomor 9 menunjukkan idgham bighunnah karena huruf mim berharakat fathah tanwin bertemu huruf wau. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
Nomor 10 menunjukkan idgham bighunnah karena huruf dal berharakat fathah tanwin kemudian bertemu huruf wau. Cara membacanya masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat
Nomor 11 menunjukkan mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat dhammah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Mengenai membacanya dipanjangkan 2 harakat.
Nomor 12 menunjukkan mad asli atau mad thabi’i karena huruf ra berharakat dhammah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang selama 2 harakat.
Nomor 13 menunjukkan mad asli atau mad thabi’i karena huruf fa berharakat kasrah bertemu ya sukun dan setelahnya tidak bertemu huruf yang diwaqaf, hamzah, sukun, dan tasydid. Sedangkan tentang cara membacanya dipanjangkan selama 2 harakat.
Nomor 14 menunjukkan mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang selama 2 harakat.
Nomor 15 menunjukkan qalqalah sughra karena huruf qalqalah qaf disukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.
Nomor 16 menunjukkan mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, huruf bersukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang selama 2 harakat.
Nomor 17 menunjukkan qalqalah sughra karena huruf qalqalah ba disukun dan posisinya di tengah kalimat. Terkait cara membacanya dipantulkan secara ringan.
Nomor 18 menunjukkan mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, huruf yang waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 19 menunjukkan mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya panjang 2 sampai 6 harakat.

Demikian lah analisa hukum tajwid dari Surat Ali Imran ayat 190 dan 191. Bila sudah membaca analisisnya maka kita akan menjadi semakin paham. Kita akan menjadi orang yang siap untuk membaca ayat tersebut secara tartil. Inilah yang kita perlukan ketika hendak membaca ayat Al-Quran.

Menyimak Analisis Hukum Tajwid Surat Ali Imran Ayat 159

Belajar mengenai analisis hukum tajwid dari Al-Quran Surat Ali Imran ayat 159 memang tidak boleh kita tinggalkan. Aktivitas membaca hasil kajian analisis tajwid sudah termasuk proses belajar yang bagus. Hasilnya akan segera kita rasakan. Khususnya ketika kita membaca ayat tersebut.

Langsung saja teman-teman semua. Kita ulas analisa hukum tajwid Surat Ali Imran ayat 159 di blog ini. Kami sebagai admin memang sudah beberapa bulan tidak update artikel. Kami mohon maaf atas ketidak nyamanan ini. Bukan karena malas menulis dan menuangkan ide atau gagasan. Namun dikarenakan begitu sibuknya aktivitas dari pekerjaan dan harian.

Alhamdulillah, kami akan mulai menulis lagi. Mudah-mudahan ke depan kami pun selalu diberi kemudahan untuk menulis di blog. Selamat menyimak analisa tajwidnya teman-teman.

hukum tajwid Surat Ali Imran ayat 159

Setelah teman-teman menyimak ayatnya di atas, silakan membaca penjelasannya di bawah ini.
Nomor 1 menunjukkan mad asli atau mad thobi’i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 2 menunjukkan idgham bighunnah karena huruf ta berharakat fathah tanwin bertemu huruf mim. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat. Meski ada pula yang berpendapat bahwa cara menahannnya cukup 2 harakat.
Nomor 3 menunjukkan ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf ta. Cara membacanya samar dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
Nomor 4 menunjukkan idzhar sebab huruf zha berharakat fathah tanwin bertemu huruf ghain. Dibaca jelas, tidak berdengung sama sekali.
Nomor 5 menunjukkan mad asli atau mad thabi’i karena huruf dad berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 6 menunjukkan mad layin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf ha’ berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
Nomor 7 menunjukkan idzhar syafawi sebab huruf mim sukun bertemu huruf wau. Dibaca jelas tidak dan tidak berdengung sama sekali.
Nomor 8 menunjukkan mad asli atau mad thobi’i karena huruf syin berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 9 menunjukkan idzhar syafawi sebab huruf mim sukun bertemu huruf fa. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
Nomor 10 menunjukkan idzhar syafawi sebab huruf mim sukun bertemu huruf ra. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
Nomor 11 menunjukkan mad asli atau mad thobi’i karena huruf dzal berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang selama 2 harakat.
Nomor 12 menunjukkan idzhar syafawi sebab huruf mim sukun bertemu huruf ta. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
Nomor 13 menunjukkan tafkhim karena lafazh Allah didahului oleh huruf hijaiyah nun berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
Nomor 14 menunjukkan ghunah cara membacanya masuk dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
Nomor 15 menunjukkan tafkhim karena lafazh Allah didahului oleh huruf hijaiyah nun berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
Nomor 16 menunjukkan mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya panjang 2 sampai 6 harakat.

Setelah membaca analisis dan juga penjelasannya. Maka kita akan semakin paham tentang hukum tajwidnya.

Kumpulan Hukum Tajwid Surat Yunus Ayat 40-41

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh teman-teman. Ketika kita hendak membaca ayat-ayat suci Al-Quran kita mesti memperhatikan yang namanya hukum tajwid. Di dalam Al-Quran kita menemukan banyak sekali hukum tajwid. Siapa saja yang membaca ayat-ayat Al-Quran tentu akan menemukan hukum tajwid.

Sebagaimana di berbagai ayat Al-Quran, terdapat pula berbagai hukum tajwid Surat Yunus ayat 40-41. Maksudnya, di sana kita akan ketemukan berbegai hukum di dua ayat tersebut. Mengapa pada kali ini kita langsung membahas ayat tersebut? Sebab ayat ini begitu banyak dibahas. Di dalam ayat tersebut juga sering diulas dalam berbagai pengajian.

Penulis pada kali ini berkeinginan untuk mengulas dari sisi hukum tajwidnya. Ini menjadi penting karena teman-teman akan terbantu ketika membaca ayat tersebut. Kalau kita tidak tahu mengenai hukum tajwid maka akan kesulitan membaca sebuah ayat dengan benar. Maka di sore ini, kami mengajak teman-teman mengetahui aneka hukum tajwid pada ayat 40 dan 41 Surat Yunus tersebut.

Pada ayat 40, hukum tajwid yang ada di situ diantaranya:

  1. مِنْهُمْ hukum tajwidnya idzhar sebab huruf nun sukun bertemu huruf ha. Cara bacanya dengan jelas dan tidak berdengung.
  2. وَمِنْهُمْ مَّنْ يُّؤْمِنُ hukum tajwidnya idgham mislain dikarenakan hurum mim sukun bertemu huruf mim. Cara bacanya dengan masuk berdengung serta ditahan.
  3. مَّنْ لَّا hukum tajwidnya idgham bilagunnah disebabkan huruf nun sukun bertemu huruf lam. Cara bacanya melebur dan bunyi nun hilang.
  4. بِالْمُفْسِدِيْنَ hukum tajwidnya mad arid lissukun dikarenakan adanya huruf mad bertemu dengan huruf hijaiyah yang diwaqaf. Cara bacanya dengan panjang selama dua hingga enam harakat.

Pada ayat 41, hukum tajwid yang ada di situ diantaranya:

  1. وَاِنْ كَذَّ hukum tajwidnya ikhfa dikarenakan huruf nun sukun bertemu huruf hijaiyah kaf. Cara bacanya dengan samar serta dengung. Termasuk pula ditahan dalam pembacaannya.
  2. كَذَّبُوْكَ hukum tajwidnya mad thobii disebabkan huruf ba berharakat dhamah bertemu huruf wau sukun. Cara bacanya dipanjangkan selama dua harakat.
  3. عَمَلِيْ hukum tajwidnya mad thobii disebabkan huruf lam berharakat kasrah bertemu huruf ya sukun. Cara bacanya dengan dipanjangkan selama dua harakat.
  4. وَلَكُمْ عَمَلُكُمْ hukum tajwidnya idzhar syafawi sebab huruf mim sukun bertemu huruf ‘ain. Cara bacanya dengan jelas dan tidak berdengung.
  5. َنْتُمْ hukum tajwidnya ikhfa dikarenakan huruf nun sukun bertemu huruf ta. Cara bacanya dengan samar dan berdengung. Juga perlu ditahan dalam membacanya.
  6. بَرِيْٓـُٔوْنَ hukum tajwidnya mad wajib muttasil dikarenakan huruf ra berharakat kasrah bertemu ya sukun dan setelahnya bertemu huruf hamzah dalam satu kata. Cara bacanya dengan panjang lima harakat.
  7. مِمَّاۤ اَعْمَلُ hukum tajwidnya mad jaiz munfasil dikarenakan huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya bertemu huruf hamzah di lain kata. Cara bacanya dengan panjang dua, empat atau lima harakat.
  8. مِّمَّا hukum tajwidnya idgham mislain dikarenakan hurum mim sukun bertemu huruf mim. Cara bacanya dengan masuk berdengung serta ditahan.
  9. تَعْمَلُوْنَ hukum tajwidnya mad arid lissukun dikarenakan adanya huruf mad bertemu dengan huruf hijaiyah yang diwaqaf. Cara bacanya dengan panjang selama dua hingga enam harakat.

Itulah beberapa hukum bacaan pada Surat Yunus ayat 40 dan 41. Selain membahas hukum tajwid dari kedua ayat ini. Kita pun perlu untuk mengetahui arti atau terjemahan dari ayat tersebut. Artinya adalah:
untuk ayat 40:
Di antara mereka ada orang yang beriman padanya (Al-Qur’an), dan di antara mereka ada (pula) orang yang tidak beriman padanya. Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan.
untuk ayat 41:
Jika mereka mendustakanmu (Nabi Muhammad), katakanlah, “Bagiku perbuatanku dan bagimu perbuatanmu. Kamu berlepas diri dari apa yang aku perbuat dan aku pun berlepas diri dari apa yang kamu perbuat.”

Demikian pembahasan kita kali ini. Moga memberi manfaat buat semuanya.

Inilah Hukum Tajwid Surat Al-Maidah Ayat 32

Assalamualaikum wr.wb. Kabar baik teman-teman semuanya? Ini ada sesuatu yang perlu untuk kita bahas di hari ini. Kita mau membahas mengenai hukum tajwid dari ayat Al-Quran. Tepatnya membahas hukum tajwid Surat Al-Maidah ayat 32. Yuk langsung saja kita simak.

Setelah teman-teman melihat ayat di atas, tentu kalian akan bertanya-tanya mengenai angka-angka di bawah ayat tersebut. Angka-angka tersebut menunjukkan hukum tajwid Surat Al-Maidah ayat 32. Baiklah teman-teman, langsung disimak saja selengkapnya di bawah ini.
Nomor 1 menunjukkan hukum idzhar dan cara membacanya secara jelas. Huruf nun sukun bertemu hamzah.
Nomor 2 menunjukkan hukum qalqalah sughra dan cara membacanya dengan huruf jim dipantulkan.
Nomor 3 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf dzal berharakat fathah tegak. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 4 menunjukkan hukum qalqalah sughra dan cara membacanya dengan huruf ba dipantulkan.
Nomor 5 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf lam berharakat fathah tegak. Membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 6 menunjukkan hukum mad jaiz munfasil dikarenakan mad thabii bertemu hamzah di lain kata. Cara membacanya dipanjangkan 2,4,5 harakat.
Nomor 7 menunjukkan hukum mad wajib muttashil disebabkan mad thabii bertemu hamzah dalam satu kata. Cara membacanya panjang 4 atau 5 harakat.
Nomor 8 menunjukkan hukum mad shilah qashirah sebab huruf ha yang berfungsi sebagai kata ganti bertemu huruf selain hamzah. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 9 menunjukkan hukum ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf qaf. Cara membacanya samar.
Nomor 10 menunjukkan hukum iqlab karena huruf sin berharakat fathah tanwin bertemu huruf ba. Cara membacanya tanwin berubah menjadi mim.
Nomor 11 menunjukkan hukum idzhar dan cara membacanya secara jelas. Huruf sin berharakat kasrah tanwin bertemu hamzah.
Nomor 12 menunjukkan hukum ikhfa karena huruf dal berharakat kasrah tanwin bertemu huruf fa. Cara membacanya samar.
Nomor 13 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif. Cara membacanya dipanjangkan 2 harakat.
Nomor 14 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif. Membacanya panjang 2 harakat. Selain itu ada hukum ghunnah di sini. Disebabkan nun berharakat tasydid. Cara membacanya dengan dengung dan ditahan.
Nomor 15 menunjukkan hukum idzhar dan cara membacanya secara jelas. Huruf nun sukun bertemu hamzah.
Nomor 16 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf ha berharakat fathah bertemu alif. Cara membacanya dipanjangkan 2 harakat.
Nomor 17 menunjukkan hukum mad jaiz munfasil dikarenakan mad thabii bertemu hamzah di lain kata. Cara membacanya dipanjangkan 2,4,5 harakat.
Nomor 18 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif. Membacanya panjang 2 harakat. Selain itu ada hukum ghunnah di sini. Disebabkan nun berharakat tasydid. Cara membacanya dengan dengung dan ditahan.
Nomor 19 menunjukkan hukum qalqalah sughra dan cara membacanya dengan huruf dal dipantulkan.
Nomor 20 menunjukkan hukum mad wajib muttashil disebabkan mad thabii bertemu hamzah dalam satu kata. Cara membacanya panjang 4 atau 5 harakat.
Nomor 21 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif. Cara membacanya dipanjangkan 2 harakat.
Nomor 22 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf nun berharakat fathah tegak. Membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 23 menunjukkan hukum ghunnah disebabkan nun berharakat tasydid. Cara membacanya dengan dengung dan ditahan.
Nomor 24 menunjukkan hukum idgham bighunnah disebabkan huruf ra berharakat fathah tanwin bertemu dengan huruf mim bertasydid. Cara membacanya dengan masuk ke huruf mim dan berdengung.
Nomor 25 menunjukkan hukum ikhfa syafawi karena huruf mim sukun bertemu huruf ba. Cara membacanya samar serta berdengung dan ditahan.
Nomor 26 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf dzal berharakat fathah tegak. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 27 menunjukkan hukum mad arid lissukun dikarenakan mad thabii bertemu huruf yang diwaqaf dan cara membacanya panjang 2 hingga 6 harakat.

Nah, itulah hukum tajwid Surat al-Maidah ayat 32. Begitu lengkap uraiannya. Saya yakin ini akan sedikit banyak membantu teman-teman dalam memahani hukum tajwid. Khususnya pada ayat 32 tersebut. Sampai di sini bila ada kurang lebihnya kami mohon maaf. Sampai berjumpa kembali pada pertemuan yang akan datang dalam pembahasan yang lainnya.

Analisis Hukum Tajwid Surat Al-Anfal Ayat 72

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Pada pagi hari yang cerah dengan matahari mulai bersinar ini kami akan menulis sebuah artikel menarik. Kami akan menuliskan hasil analisis hukum tajwid dari Surat di dalam Al-Quran. Tepatnya pada Surat Al-Anfal Ayat 72. Harapan kami dengan kita belajar kaidah tajwid pada ayat tersebut maka kita nanti bisa membacanya dengan baik dan benar. Baiklah, kita langsung saja simak uraian tajwidnya di bawah ini.

Analisis Hukum Tajwid Surat Al-Anfal Ayat 72

Penjelasanya adalah sebagai berikut:

  1. hukumnya mad asli atau mad thobi’i karena huruf dzal berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  2. hukumnya mad thobi’i karena huruf ra berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  3. hukumnya idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf wau. Cara membacanya dengan jelas.
  4. hukumnya ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf fa. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf fa.
  5. hukumnya tarqiq karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah lam berharakat kasrah. Cara membacanya tipis.
  6. hukumnya mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang selama 2, 4 atau 5 harakat.
  7. hukumnya mad wajib muttashil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat.
  8. hukumnya idgham mislain karena huruf mim bersukun bertemu huruf mim. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
  9. hukumnya mad thobi’i karena huruf ta’ berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  10. hukumnya idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf fa. Cara membacanya dengan jelas.
  11. hukumnya mad asli atau mad thobi’i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
  12. hukumnya mad layin atau lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf ba’ berharakat fathah. Dibaca panjang selama 2 harakat.
  13. hukumnya mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya panjang selama 2 sampai 6 harakat.

Itulah analisis hukum tajwid surat Al-Anfal ayat 72 secara lengkap dengan alasannya. Kita tentu sangat membutuhkan analisis seperti ini. Dengan kita mengetahui hukum tajwidnya maka membaca Al-Quran khususnya pada ayat tersebut akan dirasakan lebih mudah dan bacaannya pun nanti akan lebih baik. Tepat sesuai kaidah tajwid. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Hukum Tajwid Surat Ibrahim Ayat 7 Disertai Alasannya

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Kita akan belajar tentang ilmu tajwid. Khususnya pada surat Ibrahim ayat 7 ini. Kita bisa membaca ayat tersebut dengan baik bila mana mengetahui hukum-hukum tajwid yang ada pada ayat tersebut. Jadi, pengetahuan tentang hukum-hukum tajwid ini menjadi persoalan yang penting lho. Gak boleh kita tinggalkan. Untuk itu marilah kita simak uraian lengkapnya berikut ini.

Hukum Tajwid Surat Ibrahim Ayat 7

Keterangan dari angka-angka di bawah ayat tersebut adalah:

  1. Hukumnya idzhar syafawi sebab huruf mim bertemu huruf selain nun dan mim. Dalam hal ini bertemu huruf lam. Membacanya dengan jelas dan tidak berdengung.
  2. Hukumnya ikhfa sebab huruf nun sukun bertemu dengan huruf syin. Cara membacanya dengan samar dan ditahan selama tiga harakat. Saat lidah mengucapkan huruf nun maka sikap lidah dan bibir hendaknya dipersiapkan menempati huruf syin.
  3. Hukumnya idzhar syafawi sebab huruf mim bertemu huruf selain nun dan mim. Dalam hal ini bertemu huruf lam. Membacanya dengan jelas dan tidak berdengung.
  4. Hukumnya mad thobii karena huruf zai berharakat kasrah diikuti oleh huruf ya bersukun. Dibaca panjang dua harakat.
  5. Hukumnya ghunnah karena huruf nun berharakat tasydid. Cara membacanya ditahan selama tiga harakat.
  6. Hukumnya idzhar syafawi sebab huruf mim bertemu huruf selain nun dan mim. Dalam hal ini bertemu huruf wau berharakat fathan. Membacanya dengan jelas dan tidak berdengung.
  7. Hukumnya ikhfa sebab huruf nun sukun bertemu huruf kaf. Untuk cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Mengenai pengucapan seperti dalam bunyi “ng”.
  8. Hukumnya idzhar syafawi sebab huruf mim bertemu huruf selain nun dan mim. Dalam hal ini bertemu huruf hamzah berharakat kasrah. Membacanya dengan jelas dan tidak berdengung.
  9. Hukumnya ghunnah karena huruf nun berharakat tasydid. Cara membacanya ditahan selama tiga harakat.
  10. Hukumnya mad thobii karena huruf dzal berharakat fathah bertemu alif. Dibaca panjang dua harakat.
  11. Hukumnya mad thobii karena huruf ba berharakat kasrah diikuti oleh huruf ya bersukun. Dibaca panjang dua harakat.
  12. Hukumnya mad thobii karena huruf dal berharakat kasrah diikuti oleh huruf ya bersukun. Dibaca panjang dua harakat.
  13. Hukumnya qolqolah kubra. Karena huruf dal diakhir ayat dan diwaqaf sehingga dibaca secara memantul tebal.

Untuk arti bahasa Indonesia dari Surat Ibrahim ayat 7, ialah: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

Nah, selesai juga kan membaca analisisnya? Kita tinggal mempraktekkannya di dalam bacaan Al-Quran kita sehari-hari. Khususnya bila membaca ayat tersebut. Semoga memberi manfaat. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.