Begitu ayam jantan berkokok maka itu sudah tandanya memasuki waktu fajar. Azan subuh berkumandang menandakan kita mesti segera bangun. Untuk mengambil air wudhu dan mengajak badan kita melaksanakan shalat subuh berjamaah di masjid. Mendengarkan bacaan imam dalam shalat menambah kekhusyuan. Sungguh indah setiap pagi kalau kita beribadah shalat subuh tepat waktu.
Teman-teman, rasanya kita pun perlu belajar hukum tajwid surat Ar-Rahman ayat 33. Hukum bacaan di ayat tersebut penting untuk kita bahas. Para imam di masjid sering membaca ayat tersebut. Termasuk tentu saja di waktu shalat subuh berjamaah. Tidaklah ada waktu terlambat untuk kita mempelari analisa hukum bacaanya.
Tatkala kita ada waktu senggang, mengapa tak digunakan untuk kebaikan. Banyak sekali bentuk kebaikan itu. Hingga kalau kita rinci maka akan sangat banyak. Akan tetapi, dari yang banyak itu kita bisa mengambil salah satu atau duanya. Diantara kebaikan itu tentu belajar ilmu agama.
Satu diantara ilmu agama adalah ilmu tajwid. Ilmu cara membaca ayat Al-Quran dengan benar sesuai kaidah. Termasuk diantaranya mempelajari tajwid Surat Ar-Rahman ayat 33 tersebut. Baiklah, mari langsung saja kita meluncur untuk mempelajarinya.

Dengan penjelasan lengkapnya yakni:
Nomor 1 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf ya berharakat dengan fathah tegak. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 2 menunjukkan hukum ghunnah disebabkan nun berharakat tasydid. Cara membacanya dengan dengung dan ditahan.
Nomor 3 menunjukkan hukum ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf sin. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun sukun, sikap lidah dan bibir mesti dipersiapkan menempati huruf sin. Itulah caranya.
Nomor 4 menunjukkan hukum ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf ta. Cara membacanya samar.
Nomor 5 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf dzal berharakat dhammah bertemu huruf wau sukun. Cara membacanya dipanjangkan selama 2 harakat.
Nomor 6 menunjukkan hukum idzhar dan cara membacanya secara jelas. Huruf nun sukun bertemu hamzah.
Nomor 7 menunjukkan hukum qalqalah sughra dan cara membacanya dengan huruf qaf dipantulkan.
Nomor 8 menunjukkan hukum alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah sin. Dibaca masuk ke huruf sin.
Nomor 9 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf wau berharakat dengan fathah tegak. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 10 menunjukkan hukum ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf fa. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf fa.
Nomor 11 menunjukkan hukum mad thabi’i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 12 menunjukkan hukum ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf fa. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf fa.
Nomor 13 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf dzal berharakat dhammah bertemu huruf wau sukun. Cara membacanya dipanjangkan selama 2 harakat.
Nomor 14 menunjukkan hukum mad thabi’i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Harapan untuk bisa membaca Al-Quran selalu ada. Khusus untuk membaca Surat Ar-Rahman ayat 33 ini. Sebab kita sudah mengulas hukum bacaanya dengan rinci. Hanya saja memang kita perlu mengulang-ulang terus mempelajarinya. Juga tatkala sudah bisa membaca hendaknya dipakai terus bacaan ayat tersebut.
Leave a Reply