Belajar Hukum Bacaan Surat Ar-Rahman Ayat 33 Lengkap

Begitu ayam jantan berkokok maka itu sudah tandanya memasuki waktu fajar. Azan subuh berkumandang menandakan kita mesti segera bangun. Untuk mengambil air wudhu dan mengajak badan kita melaksanakan shalat subuh berjamaah di masjid. Mendengarkan bacaan imam dalam shalat menambah kekhusyuan. Sungguh indah setiap pagi kalau kita beribadah shalat subuh tepat waktu.

Teman-teman, rasanya kita pun perlu belajar hukum tajwid surat Ar-Rahman ayat 33. Hukum bacaan di ayat tersebut penting untuk kita bahas. Para imam di masjid sering membaca ayat tersebut. Termasuk tentu saja di waktu shalat subuh berjamaah. Tidaklah ada waktu terlambat untuk kita mempelari analisa hukum bacaanya.

Tatkala kita ada waktu senggang, mengapa tak digunakan untuk kebaikan. Banyak sekali bentuk kebaikan itu. Hingga kalau kita rinci maka akan sangat banyak. Akan tetapi, dari yang banyak itu kita bisa mengambil salah satu atau duanya. Diantara kebaikan itu tentu belajar ilmu agama.

Satu diantara ilmu agama adalah ilmu tajwid. Ilmu cara membaca ayat Al-Quran dengan benar sesuai kaidah. Termasuk diantaranya mempelajari tajwid Surat Ar-Rahman ayat 33 tersebut. Baiklah, mari langsung saja kita meluncur untuk mempelajarinya.

Dengan penjelasan lengkapnya yakni:
Nomor 1 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf ya berharakat dengan fathah tegak. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 2 menunjukkan hukum ghunnah disebabkan nun berharakat tasydid. Cara membacanya dengan dengung dan ditahan.
Nomor 3 menunjukkan hukum ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf sin. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun sukun, sikap lidah dan bibir mesti dipersiapkan menempati huruf sin. Itulah caranya.
Nomor 4 menunjukkan hukum ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf ta. Cara membacanya samar.
Nomor 5 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf dzal berharakat dhammah bertemu huruf wau sukun. Cara membacanya dipanjangkan selama 2 harakat.
Nomor 6 menunjukkan hukum idzhar dan cara membacanya secara jelas. Huruf nun sukun bertemu hamzah.
Nomor 7 menunjukkan hukum qalqalah sughra dan cara membacanya dengan huruf qaf dipantulkan.
Nomor 8 menunjukkan hukum alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah sin. Dibaca masuk ke huruf sin.
Nomor 9 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf wau berharakat dengan fathah tegak. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 10 menunjukkan hukum ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf fa. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf fa.
Nomor 11 menunjukkan hukum mad thabi’i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 12 menunjukkan hukum ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf fa. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf fa.
Nomor 13 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf dzal berharakat dhammah bertemu huruf wau sukun. Cara membacanya dipanjangkan selama 2 harakat.
Nomor 14 menunjukkan hukum mad thabi’i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif. Cara membacanya panjang 2 harakat.

Harapan untuk bisa membaca Al-Quran selalu ada. Khusus untuk membaca Surat Ar-Rahman ayat 33 ini. Sebab kita sudah mengulas hukum bacaanya dengan rinci. Hanya saja memang kita perlu mengulang-ulang terus mempelajarinya. Juga tatkala sudah bisa membaca hendaknya dipakai terus bacaan ayat tersebut.

Tulisan Masya Allah Tabarakallah Dalam Bahasa Arab

Membahas tulisan masya Allah tabarakallah dalam bahasa arab memang penting sekali. Diakui dalam berbagai kesempatan kita sering mendengar juga lafadz itu. Sobat yang suka ngaji semua pun tentu pernah mendengarnya. Entah jarang atau pun tidak. Mesti pernah mendengarnya. Menjadi sebuah perhatian tentu bila kita mendengar sesuatu. Artinya kita jadi ingin tahu lebih banyak atas segala yang kita dengar itu.

Rasa penasaran dimiliki oleh siapa pun. Tidak terkecuali oleh sobat yang suka mengaji semuanya. Kami pun juga memiliki rasa penasaran atas segala sesuatu. Kala kita belum tahu atas segala hal maka bertanya menjadi jalan terbaik. Bahkan jalan tercepat untuk mengobati rasa penasaran itu ialah bertanya.

Satu hal yang menjadi pertanyaan yang juga jadi penasaran banyak orang ialah bagaimana tulisan masya Allah tabarakallah dalam bahasa Arab. Penting rasanya untuk kami mengulas atau menjawab pertanyaan tersebut. Sehingga sejenak kita semua perlu membaca artikel di blog rahma.malhikdua.com ini supaya mengetahui tulisan arabnya.

Sobat semua yang berbahagia. Berikut ini silakan simak tulisan arab dari lafadz masya Allah tabarakallah.

Setelah kita mengetahui tulisan arabnya. Maka menjadi keberuntungan kita sebetulnya. Sebabnya dari tulisan arab yang telah kita ketahui itu ada manfaat yang luar biasa. Kita akan menjadi mudah dalam mengucapkan lafadz tersebut.

Tidak hanya mudah saja. Lafadz kita pun akan benar alias tepat. Tak hanya itu saja. Kefasihan dari lafadz yang kita utarakan menjadi manfaat yang luar biasa. Hingga kita akhirnya mendapat sebuah ilmu yang bermanfaat dalam kehidupan ini.

Sobat sekalian yang berbahagia. Inilah artikel kami pada hari ini. Semoga sobat semua dapat mengambil manfaatnya. Sukses kehidupannya ke depan.

Inilah Tulisan Arab Wakafa Billahi Syahida dan Artinya

Tulisan arab wakafa billahi syahida dan artinya memang penting sobat ngaji untuk tahu. Pengetahuan untuk kehidupan amat penting. Kalau kita banyak pengetahuan maka hidup akan semakin nyaman. Terlebih lagi pengetahuan tersebut berkaitan dengan agama Islam. Kehidupan religi seorang insan juga berkaitan dengan sejauh mana pengetahuan tentang agamanya.

Kala kita mendengar sebuah sebuah lafadz maka kita akan berpikir bagaimana tulisannya? Kita pun juga bertanya-tanya mengenai artinya apa. Seperti halnya ketika mendengar lafad wakafa billahi syahida. Untuk menyimak tulisan arabnya, silakan simak di bawah ini.

Kemudian kita pun juga perlu membahas bagaimana arti dari lafad tersebut. Arti dari lafad wakafa billahi syahida adalah “dan cukuplah Allah sebagai saksi”.

Sebetulnya. Lafad wakafa billahi syahida ini adalah potongan ayat dari Surat Al-Fath ayat 28. Kalau kita simak artinya maka amat mendalam. Bagaimana dalam kehidupan kita sebagai seorang hamba. Sebagai hamba yang lemah di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala.

Allah subhanahu wa ta’ala menjadi saksi atas segala hal. Maha besar Allah dengan segala kemuliaan dan keagungan-Nya.

Tulisan Arab Alhamdulillah Ala Kulli Hal

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Satu hal yang perlu kita ketahui pada pagi ini yakni tulisan arab alhamdulillah ala kulli hal. Mungkin, teman-teman sudah pernah mendengar juga lafadz tersebut. Tetapi hanya mendengar saja. Kalau membaca hanya tulisan dalam bentuk latinnya. Tentu saja ini bukan tulisan arabnya.

Pengetahuan terkait tulisan arab dari sebuah lafadz tidak boleh diabaikan. Bahkan ini sangatlah penting. Tidak bisa dipandang sebelah mata. Kalau teman-teman ngaji ingin membaca sebuah lafadz dengan tepat maka mesti tahu betul bagaimana tulisan arabnya. Termasuk pada lafadz alhamdulillah ala kulli hal.

Teman-teman yang berbahagia. Silakan menyimak tulisan arab alhamdulillah ala kulli hal berikut ini.

Begitulah tulisan arabnya. Rasa penasaran akan tulisan arabnya sudah terjawab sudah sekarang. Saat nanti hendak mengucapkan lafadz tersebut akan tidak ada masalah lagi. Kalau dibaca secara benar maka pasti akan fasih betul. Kalau kita baca pertama dengan tepat lalu dingat betul maka nanti saat hendak mengucapkannya lagi pasti sudah benar dan fasih.

Teman-teman, kalau kita sudah mengetahui tulisan arabnya maka langkah selanjutnya kita ingin tahu artinya. Kurang sempurna bila kita tidak tahu arti dari apa yang diucapkan. Apalagi mengucapkannya tidak hanya sekali tapi berulang kali tiap kesempatan.

Mengenai arti dari lafadz tersebut ialah segala puji bagi Allah dalam segala keadaan. Setelah kita tahu maknanya maka sangat bagus sekali tentu lafadz tersebut. Lafadz tersebut menunjukkan syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dan kita semua tahu bahwa bersyukur merupakan akhlak yang sangat mulia.

Teman-teman yang berbahagia. Syukur itu menjadikan ditambahnya nikmat yang dikaruniakan kepada kita. Maka kalau tidak mau bersyukur maka akan membuat diri kita rugi. Tetapi sebaliknya, kalau kita bersyukur maka akan ditambah nikmat yang akan kita terima. Tentu ini sangat menjadikan diri kita semakin beruntung bukan? Semoga keberuntungan selalu menyertai hidup kita.

Saat kita membaca lafad alhamdulillah ala kulli hal maka kita menjadi seorang yang sudah bersyukur dengan lisan kita. Tinggal kita bersyukur lagi dengan hati. Tidak lupa bersyukur dengan perbuatan kita sehari-hari. Itulah tanda syukur dalam perbuatan atau tindakan nyata dalam kehidupan. Allah subhanahu wa ta’ala pasti akan memberi tambahan nikmat bagi mereka yang bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan-Nya kepada kita.

Belajar Hukum Bacaan Surat Al-Isra Ayat 32

Ada banyak tempat untuk belajar. Kita tidak sulit untuk mencari tempat belajar. Diantara banyak sumber belajar itu kita bisa memilih salah satu. Tidak harus banyak atau semua sumber belajar kita pilih. Ada satu saja sumber belajar maka kita sudah bisa belajar akan sesuatu. Termasuk dalam hal ini, saat kita belajar tentang ilmu tajwid.

Mempelajari hukum bacaan Surat Al-Isra ayat 32 misalnya. Kita bisa pakai sumber belajar berupa tulisan yang ada di blog ini. Kami berupaya untuk menuliskan masalah tajwid ini. Khususnya pada sebuah ayat yakni Surat Al-Isra ayat 32. Kala kita ingin membaca ayat tersebut maka harus tahu dulu tajwidnya.

Dari mempelajari masalah tajwid pada sebuah ayat. Kita akhirnya bisa membaca sebuah ayat dengan baik. Bacaan menjadi begitu tartil dan lancar lagi. Teman-teman, mari kita langsung simak uraian hukum tajwid dari Surat Al-Isra ayat 32 ini.

Penjelasan lengkapnya yakni:
Nomor 1 menunjukkan mad asli atau mad thobi’i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 2 menunjukkan qalqalah sughra karena huruf qalqalah qaf’ disukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.
Nomor 3 menunjukkan alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah zai. Dibaca idgham (masuk ke huruf zai).
Nomor 4 menunjukkan ghunnah karena nun bertasydid. Cara membacanya dengung dengan ditahan sampai 3 harakat.
Nomor 5 menunjukkan mad asli atau mad thobi’i karena huruf kaf berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 6 menunjukkan mad asli atau mad thobi’i karena huruf fa berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 7 menunjukkan mad wajib muttashil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat.
Nomor 8 menunjukkan mad ‘iwadh karena lam alif berharakat fathah tanwin dan diwaqaf. Cara membacanya tanwin dihilangkan dan panjangnya 2 harakat.

Tidak begitu sulit kalau kita ingin belajar. Tak salah kalau kita membaca selalu hasil analisis tajwid. Sebab dari situ kita akan memiliki modal yang besar. Pada akhirnya, nanti kita bisa membaca ayat-ayat Al-Quran dengan lancar dan benar sesuai dengan kaidahnya.

Analisa Hukum Bacaan Surat Al-Isra Ayat 70

Belajar ilmu tajwid bukanlah sesuatu yang sulit. Ada anggapan sulit ini bagi mereka yang mungkin belum memulainya. Hanya dengar dari kata orang. Tetapi bila seseorang telah mulai mempelajarinya maka yang sulit itu akan menjadi mudah. Sebab kalau sudah belajar akan tahu seperti apa ilmu tajwid itu.

Seperti pada kali ini kita akan mempelajari hukum bacaan Surat Al-Isra ayat 70. Salah satu ayat yang ada di kitab suci Al-Quran. Kalau kita ingin bisa membaca ayat tersebut secara benar atau sesuai dengan kaidah tajwid maka sangatlah perlu kita belajar dulu. Khususnya belajar mengenai hukum-hukum bacaan yang ada di ayat tersebut.

Tidak lama untuk bisa mempelajarinya. Cukup luangkan waktu sebentar dan nantinya kita akan banyak tahu mengenai hukum-hukum bacaan pada ayat 70 ini. Teman-teman, kami ajak menyimak pembahasan hukum tajwid di ayat 70 surat Al-Isra. Selamat menyimaknya berikut ini.

Kemudian, mari kita membaca penjelasan analisanya berikut:
Nomor 1 menunjukkan hukum qalqalah sugra disebabkan huruf dal berharakat sukun. Cara membacanya dengan dipantulkan tetapi secara ringan.
Nomor 2 menunjukkan hukum idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf nun. Dengan cara membacanya dengan jelas.
Nomor 3 menunjukkan hukum mad jaiz munfasil dikarenakan mad thabii bertemu hamzah di lain kata. Cara membacanya dipanjangkan 2,4,5 harakat.
Nomor 4 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf nun berharakat fathah tegak. Sedangkan cara membacanya dipanjangkan 2 harakat.
Nomor 5 menunjukkan hukum qalqalah sugra disebabkan huruf qaf berharakat sukun. Cara membacanya dengan dipantulkan tetapi secara ringan.
Nomor 6 menunjukkan hukum idgham mislain karena huruf mim bersukun bertemu huruf mim. Cara membacanya masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
Nomor 7 menunjukkan hukum alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah tha. Dibaca idgham atau masuk ke huruf tha
Nomor 8 menunjukkan hukum idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ‘ain. Untuk membacanya dengan jelas.
Nomor 9 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf tsa berharakat kasrah bertemu huruf ya sukun. Cara membacanya dipanjangkan 2 harakat.
Nomor 10 menunjukkan hukum idgham bighunnah karena huruf ra berharakat kasrah tanwin bertemu huruf mim bertasydid. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
Nomor 11 menunjukkan hukum qalqalah sugra disebabkan huruf qaf berharakat sukun. Cara membacanya dengan dipantulkan tetapi secara ringan.
Nomor 12 menunjukkan hukum mad ‘iwadh karena lam berharakat fathah tanwin dan diwaqaf. Cara membacanya untuk tanwin dihilangkan dan dibaca panjang 2 harakat.

Demikian kita menganalisis hukum bacaan dari Surat Al-Isra ayat 70. Tidak sulit kalau kita telah belajar tajwid. Semua menjadi mudah. Kita pun bisa membaca secara tartil nantinya.

Manfaat Mempelajari Tajwid Surat Al-Quraisy

Mempelajari tajwid dalam membaca Al-Qur’an merupakan kewajiban bagi setiap Muslim untuk memastikan bacaan yang benar dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Salah satu surat yang sering dipelajari adalah Surat Al-Quraisy. Surat ini terdiri dari empat ayat yang ringkas namun penuh makna.

Artikel kali ini akan membahas manfaat mempelajari tajwid dari Surat Al-Quraisy dan bagaimana penerapannya dapat meningkatkan kualitas bacaan dan pemahaman Al-Qur’an. Namun, sebelumnya marilah kita simak dulu terjemahan dari Surat Al-Quraisy. Mengenai suratnya bisa teman-teman buka di dalam Kitab Suci Al-Quran. Tepatnya di juz ke-30.

Teks Terjemah Surat Al-Quraisy

Berikut adalah Surat Al-Quraisy dalam terjemahannya:
Terjemahan:

  1. Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,
  2. (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.
  3. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka’bah).
  4. Yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.

Manfaat Mempelajari Tajwid Surat Al-Quraisy

  1. Memperbaiki Bacaan Al-Qur’an
    Mempelajari tajwid membantu memperbaiki bacaan Al-Qur’an sehingga sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Bacaan yang benar tidak hanya menyenangkan untuk didengar tetapi juga memudahkan dalam pemahaman dan penghayatan makna ayat.
  2. Menjaga Keaslian Al-Qur’an
    Dengan mempelajari tajwid, pembaca Al-Qur’an dapat menjaga keaslian dan kemurnian bacaan seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pesan dan ajaran Al-Qur’an tidak berubah.
  3. Meningkatkan Kualitas Ibadah
    Bacaan yang baik dan benar sesuai tajwid dapat meningkatkan kekhusyukan dalam shalat dan tilawah harian. Ketika bacaan Al-Qur’an dilakukan dengan tajwid yang benar, hati dan pikiran lebih mudah fokus, sehingga kualitas ibadah meningkat.
  4. Memperoleh Pahala yang Lebih Besar
    Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an dengan tajwid yang benar akan mendapatkan pahala. Mempelajari dan menerapkan tajwid dalam membaca Surat Al-Quraisy akan menambah pahala dan keberkahan.
  5. Memahami Makna dan Pesan Ayat
    Tajwid tidak hanya membantu dalam bacaan yang benar tetapi juga dalam memahami makna dan pesan ayat. Dengan bacaan yang jelas dan benar, pesan yang terkandung dalam Surat Al-Quraisy dapat dipahami dan dihayati dengan lebih baik.

Mempelajari tajwid dari Surat Al-Quraisy membawa banyak manfaat yang signifikan bagi pembaca Al-Qur’an. Selain memperbaiki kualitas bacaan dan menjaga keaslian Al-Qur’an, juga meningkatkan kualitas ibadah dan pemahaman terhadap makna ayat. Dengan memahami dan menerapkan hukum tajwid, setiap Muslim dapat membaca Al-Qur’an dengan cara yang benar atau tartil dan khusyuk pula.

Ini tidak hanya meningkatkan keimanan tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, setiap Muslim dianjurkan untuk terus belajar dan mengamalkan tajwid dalam membaca Al-Qur’an agar dapat meraih pahala dan keberkahan yang besar.

Hukum Tajwid Surat Al-Qariah

Surat Al-Qari’ah merupakan surat ke-101 dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 11 ayat. Surat ini termasuk dalam kategori surat Makkiyah. Dalam membaca Al-Qur’an, sangat penting untuk memperhatikan hukum tajwid agar bacaan menjadi benar dan sesuai dengan kaidah.

Seperti pada hukum tajwid Surat Al-Qariah ini. Tiap hari atau setidaknya dalam sepekan mungkin kita membaca surat tersebut. Terutama ketika kita menjalankan ibadah shalat. Baik itu shalat wajib lima waktu maupun shalat sunah. Setelah membaca Surat Al-Fatihah maka langsung membaca diantaranya surat Al-Qariah ini.

Teman-teman. Untuk menambah ilmu kita tentang Al-Quran. Khususnya pada surat tersebut. Mari kita simak hukum tajwidnya. Berikut ini adalah penjelasan mengenai hukum tajwid dalam surat Al-Qari’ah.

Ayat 1:
الْقَارِعَةُ

Alif Lam Syamsiyyah (الْقَارِعَةُ): Huruf “lam” tidak dibaca jelas karena bertemu dengan huruf “qaf” yang merupakan huruf syamsiyyah. Huruf syamsiyyah menyebabkan “lam” menjadi idgham atau melebur ke dalam huruf berikutnya.
Mad Thabi’i (الْقَارِعَةُ): Huruf “alif” setelah “qaf” dibaca panjang dua harakat.

Ayat 2:
مَا الْقَارِعَةُ

Mad Thabi’i (مَا): Huruf “alif” dibaca panjang dua harakat.
Alif Lam Syamsiyyah (الْقَارِعَةُ): Sama seperti pada ayat pertama, “lam” tidak dibaca jelas karena bertemu dengan huruf “qaf”.

Ayat 3:
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ

Mad Thabi’i (وَمَا): Huruf “alif” dibaca panjang dua harakat.
Mad Thabi’i (أَدْرَاكَ): Huruf “alif” setelah “ra” dibaca panjang dua harakat.
Alif Lam Syamsiyyah (الْقَارِعَةُ): Sama seperti pada ayat sebelumnya, “lam” tidak dibaca jelas karena bertemu dengan huruf “qaf”.

Ayat 4:
يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ

Idgham Bilaghunnah (يَوْمَ يَكُونُ): Huruf “nun” diikuti oleh “ya” sehingga terjadi idgham bilaghunnah, yaitu melebur tanpa dengung.
Alif Lam Syamsiyyah (النَّاسُ): “Lam” tidak dibaca jelas karena bertemu dengan huruf “nun”.
Alif Lam Qamariyyah (كَالْفَرَاشِ): “Lam” dibaca jelas karena bertemu dengan huruf “fa”, yang merupakan huruf qamariyyah.
Alif Lam Qamariyyah (الْمَبْثُوثِ): “Lam” dibaca jelas karena bertemu dengan huruf “mim”.

Ayat 5:
وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنفُوشِ

Alif Lam Qamariyyah (الْجِبَالُ): “Lam” dibaca jelas karena bertemu dengan huruf “jim”.
Alif Lam Qamariyyah (الْعِهْنِ): “Lam” dibaca jelas karena bertemu dengan huruf “ain”.
Alif Lam Qamariyyah (الْمَنفُوشِ): “Lam” dibaca jelas karena bertemu dengan huruf “mim”.

Ayat 6:
فَأَمَّا مَن ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ

Ghunnah Musyaddadah (فَأَمَّا): Huruf “mim” yang bertasydid dibaca dengan dengung.
Idgham Ma’al Ghunnah (مَن ثَقُلَتْ): “Nun sukun” bertemu dengan huruf “tsa” menyebabkan idgham dengan dengung.

Ayat 7:
فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ

Iqlab (فَهُوَ فِي): Tidak ada hukum tajwid khusus.
Idgham Bilaghunnah (عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ): “Nun sukun” bertemu dengan huruf “ra” menyebabkan idgham tanpa dengung.

Ayat 8:
وَأَمَّا مَن خَفَّتْ مَوَازِينُهُ

Ghunnah Musyaddadah (وَأَمَّا): Huruf “mim” yang bertasydid dibaca dengan dengung.
Idgham Ma’al Ghunnah (مَن خَفَّتْ): “Nun sukun” bertemu dengan huruf “kha” menyebabkan idgham dengan dengung.

Ayat 9:
فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ

Mad Thabi’i (فَأُمُّهُ): Huruf “alif” setelah “mim” dibaca panjang dua harakat.
Ayat 10:
وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ

Mad Thabi’i (وَمَا): Huruf “alif” dibaca panjang dua harakat.
Mad Thabi’i (أَدْرَاكَ): Huruf “alif” setelah “ra” dibaca panjang dua harakat.
Mad Thabi’i (مَا هِيَهْ): Huruf “alif” dibaca panjang dua harakat.

Ayat 11:
نَارٌ حَامِيَةٌ

Mad Thabi’i (نَارٌ): Huruf “alif” dibaca panjang dua harakat.
Mad Thabi’i (حَامِيَةٌ): Huruf “alif” setelah “ha” dibaca panjang dua harakat.

Dengan memahami dan menerapkan hukum tajwid dalam surat Al-Qari’ah, kita dapat membaca Al-Qur’an dengan lebih baik dan benar. Ini tidak hanya penting untuk keindahan bacaan, tetapi juga untuk menjaga keaslian dan makna dari setiap ayat. Latihan dan belajar terus-menerus merupakan kunci peting dalam penguasaan ilmu tajwid.

Inilah Bacaan Al-Quran Surat Al-Kautsar

Kita mungkin sudah sering mendengar bacaan Surat Al-Kautsar ini. Misalnya di kala menjadi makmum pada shalat berjamaah lima waktu. Saat shalat berjamaah terkadang imam membaca Surat Al-Kautsar ini. Termasuk bagian dari surat-surat yang pendek di dalam juz ketiga puluh atau sering disebut sebagai juz ‘amma.

Jumlah ayatnya ada 3. Sedikitnya jumlah ayat ini menjadikan anak-anak cepat untuk menghafalkannya. Ketika mereka berlatih shalat wajib maka yang dibaca sesudah surat Al-Fatihah yaitu surat tersebut.

Mengetahui tajwid Surat Al-Kautsar juga penting lho. Surat ini termasuk surat yang ke-108 di dalam Al-Quran. Sangat penting untuk kita mengetahui bacaan dari Surat Al-Kautsar dari ayat 1 hingga 3. Nah, berikut ini silakan bisa langsung disimak.

Kemudian untuk latinnya yakni:

  1. Innaa a’thoinaa kalkautsar.
  2. Fa sholli li robbika wanhar.
  3. Inna syaa ni aka huwal abtar.

Sedangkan untuk terjemah atau artinya adalah:

  1. Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak.
  2. Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).
  3. Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).

Pada surat ini terdapat perintah yang sangat agung. Kita sebagai kaum muslimin diperintahkan untuk mengerjakan ibadah shalat karena Allah subhanahu wa ta’ala. Kemudian kita pun diperintahkan juga untuk melaksanakan ibadah kurban dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Semua ibadah tersebut dilakukan guna menjadikan diri kita hamba yang mendapat keridhaan dari Allah subhanahu wa ta’ala. Dunia ini memang hanyalah sementara. Akhirat nanti selama-lamanya. Maka sangat tepat kita sebagai orang yang beriman melakukan banyak amalan kebaikan saat di dunia ini. Untuk nanti menjadi bekal di alam yang kekal akhirat.

Analisa Hukum Bacaan Surat Al-Qasas Ayat 85

Hampir tiap hari kita membaca buku. Tidak lupa kita membaca kitab suci Al-Quran yang mulia. Sebab dengan membacanya kita menjadi orang yang amat beruntung. Baik itu untuk sekarang ini di dunia. Maupun untuk nanti ketika di akhirat kelak. Sebelum baca ayat Quran maka kita mesti pelajari hukum bacaannya.

Salah satu yang kita lakukan yakni kita baca analisa hukum bacaan Surat Al-Qasas ayat 85. Ini memang hal yang tidak sulit untuk dilakukan. Asalkan kita memang berniat betul. Meluangkan waktu dan tenaga untuk melakukan hal tersebut. Meskipun juga gak banyak pula waktu yang kita butuhkan.

Teman-teman pembaca yang budiman. Mari kita terjung langsung menguraikan hukum tajwid atau bacaanya berikut ini.

Selanjutnya, mari kita membaca penjelasan analisanya berikut:
Nomor 1 menunjukkan hukum ghunnah disebabkan nun berharakat tasydid. Cara membacanya dengan dengung dan ditahan.
Nomor 2 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf dzal berharakat kasrah bertemu huruf ya sukun. Cara membacanya dipanjangkan 2 harakat.
Nomor 3 menunjukkan hukum mad lin karena huruf ya sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
Nomor 4 menunjukkan hukum mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya dipanjangkan 2 harakat.
Nomor 5 menunjukkan hukum mad wajib muttashil disebabkan mad thabii bertemu hamzah dalam satu kata. Cara membacanya panjang 4 atau 5 harakat.
Nomor 6 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf lam berharakat fathah tegak. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 7 menunjukkan hukum ikhfa karena huruf dal berharakat kasrah tanwin bertemu huruf qaf. Cara membacanya samar mirip dengan suara “NG”. Ditahan juga selama 3 harakat.
Nomor 8 menunjukkan hukum mad jaiz munfasil dikarenakan mad thabii bertemu hamzah di lain kata. Cara membacanya dipanjangkan 2,4,5 harakat.
Nomor 9 menunjukkan hukum mad wajib muttashil disebabkan mad thabii bertemu hamzah dalam satu kata. Cara membacanya panjang 4 atau 5 harakat.
Nomor 10 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf dal berharakat fathah tegak. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 11 menunjukkan hukum idzhar dan cara membacanya secara jelas. Huruf nun sukun bertemu huruf ha.
Nomor 12 menunjukkan hukum mad thabii karena huruf fa berharakat kasrah dan disertai dengan huruf ya sukun. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 13 menunjukkan hukum idgham bighunnah disebabkan huruf lam berharakat kasrah tanwin bertemu dengan huruf mim bertasydid. Cara membacanya dengan masuk ke huruf wau dan berdengung.
Nomor 14 menunjukkan hukum mad arid lissukun dikarenakan mad thabii bertemu huruf yang diwaqaf dan cara membacanya panjang 2 hingga 6 harakat.

Begitulah hasil analisanya. Sudi kiranya teman-teman meluangkan waktu mendalaminya. Termasuk yang terpenting ialah mempraktekkannya. Atau mengamalkannya.